Minggu, 04 Maret 2012

Prospek Gaharu kedepan

Pendahuluan

Setelah menghilang dari blog ini, ternyata blog ini penuh dengan rumah serangga hehehehe menyeramkan. Oke kali ini blog ini akan membahas mengenai tanaman gaharu. Gaharu adalah tanaman yang saat ini banyak dibicarakan masyarakat Indonesia. Indonesia belajar dari negara Thailan, lahannya yang tidak seluas Indonesia mampu menghasilkan tanaman gaharu yang berkualitas. Buat yang mau tahu ini dia tanaman gaharu, yang mau lihat langsung, yuk kia ke kebun gaharu....ada yang mau ikut ?

Gaharu
 
Gaharu adalah kayu berwarna kehitaman dan mengandung resin khas yang dihasilkan oleh sejumlah spesies pohon dari marga Aquilaria, terutama A. malaccensis. Biasanya resin tersebut disebut damar memiliki kandungan yang wangi, berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu yang tumbuh secara alami dan telah mati.
Gaharu dihasilkan tanaman sebagai respon dari masuknya mikroba yang masuk ke dalam jaringan yang terluka. Luka pada tanaman berkayu dapat disebabkan secara alami karena adanya cabang dahan yang patah atau kulit terkelupas, maupun secara sengaja dengan pengeboran dan penggergajian. Masuknya mikroba ke dalam jaringan tanaman dianggap sebagai benda asing sehingga sel tanaman akan menghasilkan suatu senyawa fitoaleksin yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap penyakit atau patogen. Senyawa fitoaleksin tersebut dapat berupa resin berwarna coklat dan beraroma harum, serta menumpuk pada pembuluh xilem dan floem untuk mencegah meluasnya luka ke jaringan lain. Namun, apabila mikroba yang menginfeksi tanaman dapat mengalahkan sistempertahanan tanaman maka gaharu tidak terbentuk dan bagian tanaman yang luka dapat membusuk. Ciri-ciri bagian tanaman yang telah menghasilkan gaharu adalah kulit batang menjadi lunak, tajuk tanaman menguning dan rontok, serta terjadi pembengkakan, pelekukan, atau penebalan pada batang dan cabang tanaman.Senyawa gaharu dapat menghasilkan aroma yang harum karena mengandung senyawa guia dienal, selina-dienone, dan selina dienol. Untuk kepentingan komersil, masyarakat mengebor batang tanaman penghasil gaharu dan memasukkan inokulum cendawan ke dalamnya. Setiap spesies pohon penghasil gaharu memiliki mikroba spesifik untuk menginduksi penghasilan gaharu dalam jumlah yang besar. Beberapa contoh cendawan yang dapat digunakan sebagai inokulum adalah Acremonium sp., Cylindrocarpon sp., Fusarium nivale, Fusarium solani, Fusarium fusariodes, Fusarium roseum, Fusarium lateritium dan Chepalosporium sp.

Keharuman yang khas Gaharu dikelompokkan menjadi 3 (tiga) sortimen, yaitu gubal gaharu, kemedangan dan abu gaharu.
1. Abu gaharu adalah serbuk kayu gaharu yang dihasilkan dari proses penggilingan atau penghancuran kayu gaharu sisa pembersihan atau pengerokan.
2. Gubal gaharu adalah kayu yang berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu, memiliki kandungan damar wangi dengan aroma yang agak kuat, ditandai oleh warnanya yang hitam atau kehitam-hitaman berseling coklat.
3. Kemedangan adalah kayu yang berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu, memiliki kandungan damar wangi dengan aroma yang lemah, ditandai oleh warnanya yang putih keabu-abuan sampai kecoklat-coklatan, berserat kasar, dan kayunya yang lunak.

Gaharu sering digunakan untuk mengharumkan tubuh dengan cara pembakaran (fumigasi) dan pada upacara ritual keagamaan. Gaharu dengan naloewood”, merupakan substansi aromatik (aromatic resin) berupa gumpalan atau padatan berwarna coklat muda sampai coklat kehitaman yang terbentuk pada lapisan dalam dari kayu tertentu yang sudah dikenal sejak abad ke-7 di wilayah Assam India yang berasal dari jenis Aqularia agaloccha rotb, digunakan terbatas sebagai bahan pengharum dengan melalui cara fumigasi (pembakaran). Namun, saat ini diketahui gaharupun dapat diperoleh dari jenis tumbuhan lain famili Thymeleaceae, Leguminaceae, dan Euphorbiaceae yang dapat dijumpai di wilayah hutan Cina, daratan Indochina (Myanmar dan Thailand), malay Peninsula (Malaysia, Bruinai Darussalam, dasn Filipina), serta Indonesia (Sumatera, Kalimantan, Papua, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, maluku, Mataram dan beberapa daerah lainnya).
Dari hasil analisis kimia di laboratorium, gaharu memiliki enam komponen utama yaitu furanoid sesquiterpene diantaranya berupa a-agarofuran, b-agarofuran dan agarospirol. Selain furanoid sesquiterpene, gaharu yang dihasilkan dari jenis Aquilaria malaccensis asal Kalimantan pun ditemukan pokok minyak gaharu yang berupa cbromone. Cbromone ini menghasilkan bau yang sangat harum dari gaharu apabila dibakar. Sementara itu komponen minyak atsiri yang dikeluarkan gaharu berupa sequiterpenoida, eudesmana, dan valencana.

Gaharu adalah salah satu komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) komersial yang bernilai jual tinggi. Bentuk produk gaharu merupakan hasil alami dari kawasan hutan yang dapat berupa cacahan, gumpalan atau bubuk. Nilai komersial gaharu sangat ditentukan oleh keharuman yang dapat diketahui melalui warna serta aroma kayu bila dibakar. Selain dalam bentuk bahan mentah berupa serpihan kayu, saat ini melalui proses penyulingan dapat diperoleh minyak atsiri gaharu yang juga bernilai jual tinggi. Setiap bentuk produk gaharu tersebut mempunyai bentuk dan sifat yang berbeda. Disamping itu, gaharu pun mempunyai kandungan resin atau damar wangi yang mengeluarkan aroma dengan keharuman yang khas. Makanya dari aromanya itu yang sangat popular bahkan sangat disukai oleh Negara-negara lain khususnya masyarakat Timur Tengah, Saudi Arabia, Uni Emirat, Yaman, Oman, daratan Cina, Korea, dan Jepang sehingga dibutuhkan sebagai bahan baku industri parfum, obat-obatan, kosmetika, dupa, dan pengawet berbagai jenis asesoris serta untuk keperluan kegiatan relijius gaharu sudah lama diakrabi bagi pemeluk agama Islam, Budha, dan Hindu. Gaharu adalah bahan aromatik termahal di dunia.

Prospek Gaharu di Indonesia
Di Indonesia gaharu mulai dikenal sejak tahun 1200-an yang ditunjukkan oleh adanya pertukaran (barter) perdagangan antara masyarakat “Palembang dan Pontianak” dengan masyarakat Kwang Tung di daratan China. Gaharu (Aquilaria spp.) merupakan komoditas langka Indonesia. Beberapa spesies gaharu komersial yang sudah mulai dibudidayakan adalah: Aquilaria malaccensis, A. microcarpa, A. beccariana, A. hirta, A. filaria, dan Gyrinops verstegii serta A. crassna asal Kamboja. Gaharu adalah komoditas ekspor dan bernilai ekonomi yang sangat tinggi. Negara-negara pengimpor gaharu adalah kawasan Timur Tengah, Uni Emirat Arab, dan negara-negara asia lainnya seperti Jepang, Singapura, dan Taiwan. Mereka menggunakan gaharu untuk kebutuhan keagamaan sebagai dupa atau hio.

Kebutuhan akan ekspor gaharu di Indonesia semakin meningkat sampai tahun 2000. Namun, sejak saat itu hingga akhir tahun 2002 produksi gaharu semakin menurun dan rata-rata hanya mencapai sekitar 45 ton/tahun. Hal tersebut diduga disebabkan oleh intensitas pemungutan yang relatif tinggi khususnya dari jenis penghasil gaharu yang mempunyai kualitas dan nilai jual yang tinggi hingga tahun 2000 tanpa dibarengi adanya upaya pelestarian dan pembudidayaan. Sehingga mengakibatkan sangat minimnya tanaman yang dapat menghasilkan gaharu. Agar kesinambungan akan produksi gaharu di masa akan datang yang mempunyai kualitas dan nilai jual tinggi tetap terbina serta tidak tergantung pada hutan alam diperlukan adanya pembudidayaan yang optimal di beberapa daerah endemik dan disesuaikan dengan tempat tumbuh dari jenis penghasil gaharu tersebut.

Dengan memperhatikan kuota permintaan pasar akan komoditas gaharu yang terus meningkat maka pembudidayaan gaharu di tahun 2012 saat ini meningkat cukup tinggi dalam upaya untuk mempersiapkan era perdagangan bebas. Nama dagang lainnya adalah agarwood, heartwood, dan eaglewood. Gaharu memiliki nilai mulai dari 100.000 – 30 juta/kg tergantung asal spesies pohon dan kualitas gaharu, sedangkan minyak gaharu umumnya dijual dengan harga mulai dari 50.000-100.000/ml. Harga gaharu kualitas baik di tingkat konsumen di pasar internasional, sekitar US $ 5 sd. 15 per gram, (Rp 45.000,- sd. 135.000,-). Potensi gaharu sangat bagus untuk dijadikan komoditi bisnis.
Di Kalimantan Barat sendiri Pemerintah Daerah telah memberikan bibit secara gratis kepada para petani. Hal ini bertujuan meningkatkan taraf hidup para petani sendiri. Beberapa waktu terakhir (Maret 2012) diadakan pula seminar-seminar mengenai gahari di kota Singkawang Kalimantan Barat oleh para pengusaha lokal maupun asing, guna memfasilitasi penjualan gaharu dalam maupun luar negeri bagi para petani.
Di lihat dari tahun 2000, kuota permintaan pasar sekitar 300 ton/tahun. Namun hingga tahun 2002, yang baru bisa drealisasikan untuk memenuhi kebutuhan pasar, hanya sekitar 10% - 20% saja. Khusus untuk jenis Aquilaria malaccensis yang mempunyai kualitas dan bernilai jual yang tinggi, usaha pembudidayaannya pun berpeluang menurunkan tingkat kelangkaan.

Potensi gaharu yang baik, menyebabkan tingginya keinginan untuk panen bahkan saat ini telah ada sistem suntikan untuk memunculkan gubal yang berbau harum dengan cepat. Gubal gaharu dan kemedangan dapat dilihat ketika panen dengan menebang pohon penghasil gaharu yang telah mati, sebagai akibat terjadinya akumulasi damar wangi yang disebabkan oleh infeksi pada pohon tersebut
Asal Tanaman Gaharu
Aquilaria subintegra, asal Thailand
Aquilaria crassna asal Malaysia, Thailand, dan Kamboja
Aquilaria malaccensis, asal Malaysia, Thailand, dan India
Aquilaria apiculina, asal Filippina
Aquilaria baillonii, asal Thailand dan Kamboja
Aquilaria baneonsis, asal Vietnam
Aquilaria beccarain, asal Indonesia
Aquilaria brachyantha, asal Malaysia
Aquilaria cumingiana, asal Indonesia dan Malaysia
Aquilaria filaria, asal China
Aquilaria grandiflora, asal China
Aquilaria hilata, asal Indonesia dan Malaysia
Aquilaria khasiana, asal India
Aquilaria microcarpa, asal Indonesia Malaysia
Aquilaria rostrata, asal Malaysia
Aquilaria sinensis, asal Cina

Rabu, 09 Maret 2011

Apa Tujuan Hidup Kita ?

Assalamualaikum semuanya....
Apa tujuan hidup kita?
Sering kali pertanyaan ini muncul dalam perbincangan ringan maupun berat. Apa sesungguhnya tujuan hidup kita?
Ibadah merupakan landasan atau pondasi tujuan hidup kita. Apalah artinya hidup tanpa tujuan. Allah adalah tujuan hidup kita. Segala apa yang diperintahkan Allah adalah yang terbaik dari yang baik untuk kita dan apa-apa yang dilarang akan membawa keburukan bagi kita jika kita melaksanakannya.
Dalam perjalanan hidup yang singkat in janganlah sampai kita mengira Allah butuh ibadah kita. Allah Maha Kaya tidak butuh sedikitpun kepada makhlukNya apalagi ibadah kita. Beribadah tidaknya kita tidak membuat Allah untung atau rugi. Justru kita yang akan rugi. Sisi manfaat dari ibadah kembali kepada diri kita sendir bukan kepada Allah.
Allah perintahkan kita untuk beribadah kepadaNya bukan karena Allah butuh akan ibadah kita akan tetapi karna Allah ingin memberikan manfaat yang terbaik untuk kita. Dan surga yang di janjikan Allah bukan karna ibadah kita melainkan karna kebaikan Allah. Bagaimanapun jangan jadikan surga menjadi tujuan namun jadikanlah Ridha Allah sebagai tujuan hidup kita.

Brikut ini adalah cara mendekatkan diri kepada Allah yaitu :

  1. Mempelajari, memahami, meyakini, rukun iman, serta mempelajari, memahami dan melaksanakan rukun islam.
  2. Melaksanakan amalan-amalan utama seperti puasa Senin Kamis, shalat tahajud, shalat sunat rawatib, membaca ayat-ayat tasbih, tahmid, tahlil, membaca shalawa
Berikut ini adalah tanda bahwa sesuatu hal dicintai Allah sehingga Allah:

  1. Memerintahkan
  2. Menyebutkan pahalanya
  3. Menganjurkan kita untuk mengamalkannya
Selain itu Rasulullah juga melaksanakannya dalam perkara ibadah, yang mana Rasulullag SAW adalah suri tauladan kita. Barang siapa yang beribadah kepada selain Allah berarti dia telah berbuat dhalim.

Dan Tidaklah Aku Menciptakan Jin dan Manusia Kecuali untuk Beribadah Kepada-Ku (Adz Dzariyat : 56)
Marilah kita jadikan Allah sebagai tujuan kita dan berusaha menggapai Ridhanya.
Semoga Allah meridhai. Amin Ya rabbal Alamin.

Senin, 07 Februari 2011

Do'a setelah sholat dhuha



ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I    FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHALIHIN.
 
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku masih berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah berkar waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan pada hamba-hambaMu yang sholeh”.

Selasa, 02 November 2010

Mari Menulis Puisi

Manusia manapun pasti memiliki rasa meskipun tidak semuanya terungkap. Nah….salah satu pengungkapan perasaan dalam kehidupan kita dapat tertuang dalam puisi. Puisi adalah bentuk pengungkapan perasaan berdasar nilai keindahan dan kesopanan. Berdasarkan ciri wujudnya dibedakan menjadi puisi lama dan baru. Puisi lama terikat pada aturan dari jumlah baris, jumlah kata dalam satu bait dan persamaan bunyi atau rima, sedangkan puisi baru merupakan bentuk-bentuk yang lebih bervariasi dari pada puisi lama namun masih terikat pada jumlah baris.

Berikut ini adalah jenis puisi..... ada puisi lama dan ada puisi baru
PUISI LAMA
Puisi lama terdiri dari :
Pantun
Syair
Gurindam

Pantun terdiri dari empat baris dengan persamaan bunyi akhir (rima) a-b-a-b. Baris pertama dan kedua berupa sampiran. Baris ketiga dan keempat berupa isi.

Syair terdiri dari empat baris dengan persamaan bunyi akhir (rima) a-a-a-a. Semua baris berupa isi.

Gurindam adalah puisi lama yang lebih singkat dari pantun yang terdiridari dua baris dalam satu bait dengan persamaan bunyi akhir (rima) a-a dan selalu berisi nasihat.

PUISI BARU
Puisi berdasarkan jumlah baris :
a. Distikon : Puisi satu bait terdiri dari dua baris
b. Tersina : Puisi satu bait terdiri dari tigabaris
c. Quartrain : Puisi satu bait terdiri dari empat baris
d. Quint : Puisi satu bait terdiri dari lima baris
e. Sekstet : Puisi satu bait terdiri dari enam baris
f. Septim : Puisi satu bait terdiri dari tujuh baris
g. Oktaf : Puisi satu bait terdiri dari delapan baris
h. Soneta : Puisi satu bait terdiri dari empat belas baris

Puisi baru berdasar isinya :
a. Ode : Berisi pujian pada seseorang seperti tokoh atau bangsa
b. Hymne : Berisi pujian kepadaTuhan
c. Elegi : Berisi kesedihan atau ratapan
d. Epigram : Puisi yang serba ringkas
e. Satire : Berisi ejekan dangan sindiran yang kasar dan tajam
f. Roman : Berisi cinta dan kasih sayang
g. Balada : Berisi kisah hidup


Semua karya sastra memiliki unsur, begitu pula dengan puisi baik unsur membangun atau mempengruhi. Unsur dari puisi dibedakan menjadi dua yaitu unsure intrinsic dan ekstrinsik. Yang termasuk unsur intrinsic adalah tema, pilihan kata (diksi), imaji (daya baying), suasana, gaya bahasa, susunan kata, dan amanat atau pesan). Yang temasuk unsure ekstrinsik adalah nilai keagamaan, nilai budaya, nilai sosial serta latar belakang masyarakat


Yok kita coba menulis puisi biar ngga bingung berikut ini adalah langkah-langkah dalam menulis puisi :
- Menentukan tema
- Memilih kata
- Memilih gaya bahasa
- Menentukan pengungkapan
- Menentukan imaji
- Memeriksa gaya bahasa
- Pemberian judul

Setelah mengetahui langkah-langkahnya, sekarang saatnya mengungkapkan rasa dengan puisi.............

Kamis, 19 Agustus 2010

Ikhlas dan Sabar




Assalamualaikum semua……


Waaa….hh, udah lama banget blog ini ditinggalin, semoga ngga angker ya? (^m^)
Kali ini kita akan mengupas sedikit mengenai ikhlas dan sabar.
Pastinya semua udah biasa deh ngucapinnya…….


Mengatakan ikhlas dan sabar adalah kata yang mudah untuk diucapkan tapi begitu sulit untuk diimplementasikan dalam kehidupan. Kata yang sederhana namun didalamnya memerlukan perjuangan yang hebat.


Sekedar contoh kecil saja bila sahabat kita sedang mengalami masalah mulai dari sedang sampai sangat sulit, kita akan mencoba untuk membesarkan hati sahabat kita, "Ya sudah sabar ya dan ikhlasin semua, mungkin ini yang terbaik”. Wow…. bicara emang gampang banget, padahal belum tentu semua orang yang menghibur dengan kata sabar dan ikhlas, ketika mendapatkan cobaan dari Allah akan mengatakan hal yang sama terhadap dirinya, seperti yang pernah dia ucapkan ketika Allah menguji orang lain.



Lalu bagaimana caranya bila kita sedang ditimpa masalah yang sangat berat, maka jalan keluarnya memang ikhlas dan sabar. Memang itulah jalan dalam menghadapi masalah. Maka ikhlas dan sabar bukanlah bunga bibir semata, tetapi bunga hati yang harus dijalani. Kita tetap tegar dan tidak putus asa, bukan dengan hanya pasrah dan diam maka dikatakan ikhlas dan sabar, tetapi bagaimana kita memotifasi diri untuk tidak loyo mengahadapi masalah. Klo berdiam diri, itu si namanya lari dari masalah, tidak bisa disebut ikhlas dan sabar.


Ingatlah ketika kata ikhlas dan sabar kita ucapkan untuk seseorang yang kita kuatkan, seharusnya itulah yang kita tanamkan. Tentu kata tersebut bukan sekedar pelipur lara, tapi bagaimana kita mencapkannya dalam sanubari kita bahwa ikhlas dan sabar adalah jalan keluar yang menenangkan hati dan untuk digunakan ketika Allah SWT menguji kita termasuk atas apa yang kita ucapkan. Jadikan pikiran tenang dan jangan merasa kitalah orang yang paling menderita di atas bumi ini. Mungkin kehilangan demi kehilangan kita lalui, entah itu barang berharga sampai orang yang tercinta sekalipun, tapi ingatlah bahwasannya kita ini milikNya dan Allah tak akan menguji kita melebihi batas kesabaran kita, kita kembalikan saja semua pada Allah. Jangan meraung, bahkan berprasangka bahwa Allah tidak adil. Allah itu Yang Maha Adil, dibalik cobaan Allah pasti ada hikmah yang harus kita petik.

Mencoba berpikir secara logis, meski terkadang banyak dari kita menilai bukan dari logis tidaknya tapi malah suka atau tidak sukanya kita. Maka dari itu berfikir logis sangat dibutuhkan ketika meghadapi masalah. Pikirkan efek baik dan efek buruk dari setiap kejadian, insyaallah ikhlas dan sabar adalah jalan keluar yang membawa kebahagiaan. Allah Maha Tau kok, jangan pernah ragu atas pilihan Allah, apalagi jika kita menjalani hidup sudah berusaha di jalanNya dan bukan jalan yang menyimpang dari aturanNya artinya bukan azap tapi memang ujian.


So, klo kita lagi dapat cobaan, itu berarti Allah sayang sama kita dan ingin kita mampu menghadapinya dengan ikhlas dan sabar. Semua ini milik Allah, Insyaallah bila ikhlas dan sabar sungguh-sungguh tanpa pamrih Allah akan memberi kebahagiaan yang lebih untuk kehidupan kita.
Amin








Kamis, 04 Maret 2010

MANAJEMEN WAKTU

Ku hirup udara segar ketika mentari dari ufuk timur mengintip malu. Burung-burung berkicau mengisi rongga dunia menyambut hari ini. Apa rencana kamu hari ini ?.


Setiap individu pasti memiliki rencana dalam hidupnya. Baik itu rencana jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan perencanaan maka kita memiliki arah dan tujuan dalam menentukan apa yang akan dikerjakan.



Ada beberapa pertanyaan dalam melakukan rencana hari ini yang sudah dibangun berdasarkan kebiasaan yang kita lakukan, diantaranya:


1. Apakah kamu suka menunda pekerjaan ?

2. Berapa banyak rencana yang tidak berhasil kamu jalani ?

3. Apakah dalam melaksanakan tugas kamu seringkali tergesa-gesa sampai habis waktu, karena sebelumnya kamu terlalu santai?

4. Apa kamu sering terlambat ke sekolah, ke kampus atau ke kantor ?

5. Berapa banyak waktu yang kamu gunakan untuk tidur dan bermalas-malasan? Bandingkan dengan waktu yang kamu gunakan untuk kegiatan yang aktif dan bermaanfaat !


Klo dari lima poin di atas kamu miliki bahkan semuanya, maka kamu harus memperbaiki kebiasaan itu. Klo hari ini lebih baik dari hari kemarin tentu kamu beruntung. Tapiiiiii, bagaimana jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin ?, maka kamu adalah orang yang merugi. Emang ada yang mau rugi ?, tentu tidak. Ingat lima perkara sebelum penyesalan datang:


1. Sehat sebelum sakit

2. Muda sebelum tua

3. Kaya sebelum miskin

4. Lapang sebelum sempit

5. Hidup sebelum mati



Coba deh sekarang kita berandai-andai !

Misalkan dalam sebulan kita mendapatkan 100 kue tart yang hanya bertahan sehari semalam apa yang akan kita lakukan ? dimakan semua tidak mungkin, tentu kita akan memanfaatkan secara ekonomis dan praktis agar mendapatkan manfaat dan tidak terbuang sia-sia. Dan juga misalnya kita memenangkan undian selama sepekan uang tunai satu juta, tetapi akan hangus jika tidak digunakan hari ini juga, besoknya lagi kita akan mendapatkan uang satu juta kembali. Tentunya uang satu juta yang didapat hari ini akan berguna dan menghasilkan sesuatu, jika kita menggunakannya hari ini juga dengan memanage dan memanfaatkannya dengan baik. Karena uang ini tidak akan di akumulasikan untuk besok dan ditambahkan dengan uang yang kita dapatkan besok menjadi 2 juta. Hal ini gak bisa karena uang satu juta ini akan hangus den besoknya kita mendapat lagi satu juta.


Seperti itu juga waktu yang kita miliki. Dalam satu hari kita memiliki waktu 24 jam dan tidak akan diakumulasikan dihari berikutnya, tetapi kita akan mendapatkan 24 jam kembali di hari berikutnya. Uang tersebut seperti manajement waktu kita. Jika ada waktu yang tidak kita gunakan hari ini juga akan hangus, dan tidak mungkin besok satu hari ada 25 jam atau lebih. Besok satu hari tetap 24 jam.


“Kalau bisa di kerjakan besok kenapa harus kita kerjakan hari ini”. Nah….. jangan sampai kata-kata ini berkutat di pikiran kita, karena akan jadi batu sandungan ketika kita akan menyelesaikan tugas atau rencana kita, akhirnya kita jadi kerepotan sendiri. Maka kita harus melakukannya hari ini meski kita merasa besok masih bisa mengerjakan tugas dan apa yang bisa kita lakukan di waktu kosong. Karena, tidak ada satu orang pun yang tau akan hari besok, maka manfaatkanlah waktu yang sekarang ini kita miliki. Inilah yang dinamakan manajemen waktu.



Selasa, 02 Maret 2010

Ya sin



BismillahirRahmanirRahim
Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihan

36:1. Ya Sin.
36:2. Demi Al Qur'an yang penuh hikmah,
36:3. sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul,
36:4. (yang berada) di atas jalan yang lurus,

36:5. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

36:6. agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai

36:7. Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.

36:8. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah

36:9. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.

36:10. Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.

36:11. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

36:12. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lohmahfuz).

36:13. Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka;

36:14. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu".

36:15. Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatu pun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka".

36:16. Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu.

36:17. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas".

36:18. Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami".

36:19. Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu mengancam kami)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas"

36:20. Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki (Habib An Najjar) dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu,
36:21. ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

36:22. Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan?

36:23. Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya, jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudaratan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikit pun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?

36:24. Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.

36:25. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.

36:26. Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga". Ia berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,

36:27. apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan".

36:28. Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan pun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.

36:29. Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.

36:30. Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasul pun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.

36:31. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.

36:32. Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.

36:33. Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.

36:34. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,

36:35. supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

36:36. Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

36:37. Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan,

36:38. dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

36:39. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.

36:40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.



36:41. Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan,

36:42. dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu.

36:43. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.

36:44. Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.



36:45. Dan apabila dikatakan kepada mereka: Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat", (niscaya mereka berpaling).



36:46. Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.



36:47. Dan apabila dikatakan kepada mereka: Nafkahkanlah sebahagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu", maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata".



36:48. Dan mereka berkata: "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?"



36:49. Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.



36:50. Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiat pun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.



36:51. Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.



36:52. Mereka berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya).



36:53. Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.



36:54. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.



36:55. Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).



36:56. Mereka dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.



36:57. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.



36:58. (Kepada mereka dikatakan): "Salam", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.



36:59. Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat.



36:60. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu",



36:61. dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.



36:62. Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?



36:63. Inilah Jahanam yang dahulu kamu diancam (dengannya).



36:64. Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.



36:65. Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.



36:66. Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka betapakah mereka dapat melihat (nya).



36:67. Dan jika Kami menghendaki pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.



36:68. Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?



36:69. Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan,



36:70. supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.



36:71. Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?



36:72. Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka, maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan.



36:73. Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?



36:74. Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan.



36:75. Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka.



36:76. Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.



36:77. Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!



36:78. Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?"



36:79. Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,



36:80. yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu."



36:81. Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.



36:82. Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: Jadilah!" maka terjadilah ia.



36:83. Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.