Jumat, 26 Februari 2010

Waktu Luang dan Kelapangan

Berikut adalah setumpuk kata yang tersusun dalam cerita yang patut untuk direnungi. Banyak dari kita yang membiarkan waktu terbuang sia-sia. Manusia sangat teledor dari 2 hal, yang pertama waktu luang yang kedua kelapangan. Hal inilah yang membuat manusia tidak siap dengan hari esok, jika 2 hal tersebut terbuang sia-sia.

Hari ini beberapa kejadian-kejadian singkat dari seorang petualang dunia, terpampang jelas di ingatannya akan dirinya yang tidak pernah menghargai hidupnya dan waktu luangnya. Dijalanan tidak pernah dirinya menghargai pengendara jalan, celaka atau akan mencelakai oranglain tidak pernah menjadi beban hidupnya. Dia tau tentang agama tapi hanya sekedar tau, bukan untuk dilaksanakan apa yang diperintahkan dan bukan untuk meninggalkan atas apa yang dilarang atas aturan-aturan dalam agama. Waktu luang yang kosong dan kelapangan hidup membuatnya terlalu santai menjalani hidup dengan bermalas-malasan dan mencari kesenangan di atas dunia tanpa mengingat halal dan haram. Perjudian adalah hal yang dipelajarinya sejak masih di bangku sekolah, dengan kata lain pertaruhan. Hal ini pun telah mendarah daging dan sulit untuk dilepaskan hingga usia semakin menua. Tidak peduli uang dari mana asalnya dan ketika semua tidak ada barang dirumah adalah korbannya. Sedikit saja kesempitan sudah membuatnya seperti manusia paling menderita di dunia ini, karena tidak pernah dirinya melihat orang-orang yang berada di bawahnya dan tidak pernah belajar untuk melihat kebawah. Yang dilakukannya adalah melihat keatas dan bagaimana caranya menjadi diatas, tanpa menoleh kebelakang, kesamping dan kebawah.

Miras telah melalui tenggorokannya dengan biasa, sabu dan gelek adalah asupan kesehariannya hingga dirinya On, wanita haram telah ditidurinya sementara istri dirumah bersama anak-anaknya telah biasa terlantar di rumah dan hanya menerima perlakuan kasar. Hingga kejadian mengerikan menimpanya.

Tidak pernah sekalipun dia merasakan sakit yang menjalari tubuhnya dengan sangat seperti saat ini, badan yang semakin kurus. Menjadi pecandu mungkin hal yang wajar baginya, tapi sakit ini lebih dari itu. Alat vitalnya serasa terbakar dan mengeluarkan nanah, seluruh tubuhnya sakit dan AIDS pun ikut meramaikan kondisi tubuhnya yang bobrok, hingga tidak mampu lagi dirinya menyadarkan diri akibat tabungan hura-hura yang menumpuk, karena waktu yang disia-siakan dan kelapangan hidupnya yang tidak pernah dimanfaatkan. Dipembaringan ruang isolasi dia mendengar isak tangis orang tua, istri, anak dan kerabat yang menemaninya, terdengar sangat jelas ditelinga yang mana tidak pernah tersentuh olehnya. Hati yang selama ini kaku kini menerima kesejukan, ingin dirinya meminta maaf, ingin dirinya memeluk namun semua itu tidak bisa karena dirinya hanya bisa mendengar tanpa mampu berbuat dan bicara apapun karena kondisinya yang koma selama sepekan. Gejolak hatinya semakin menjadi-jadi. Teriaknya tertahan oleh kesadarannya. Hatinya benar-benar kelu hingga satu kesempatan diberikan oleh Tuhannya untuk berkata maaf. Dirinyapun tersadar dari koma yang memaparkan masa lalunya, airmata mengaliri pipinya yang sayu sedang keluarga mensyukuri kesadarannya dan hanya mampu menatapnya dengan pilu serta menguatkan dirinya yang rapuh, meski selama ini tidak sedikit dirinya menyakiti hati orang-orang yang berada disekelilingnya. Seminggu berlalu dan ajal pun menjemput sang pengelana di pembaringan RS akibat waktu luang dan kelapangan yang ada tidak dimaafaatkan namun disia-siakan untuk hal hidup yang sia-sia.

Saat ini mulailah kita bertanya pada diri kita yang masih berdiri tegak di atas dunia, “sudahkah kita memanfaatkan waktu luang dan kelapangan yang Tuhan anugerahkan pada kita?”. Mulailah dari hal kecil dan pergunakanlah waktu luang dan kelapangan seolah-olah esok kita sangat sibuk dengan kegiatan hingga sangat sulit temukan waktu luang dan kelapangan untuk hal yang positif.



Selasa, 02 Februari 2010

BERTAHAN

Bertahan itulah senjata paling ampuh dalam menghadapi dilemma kehidupan. Bukan dengan kata menyerah dan putus asa. Seperti itu pula cinta. Yang menghilangkan dan membentuk hati kita dan bagaimana kita setelah terpuruk bukanlah orang lain, tetapi diri kita sendiri. So…. Semua tindakan kita berawal dari pemikiran kita. Jika kita berfikir kita bisa maka kekuatan untuk bisa adalah magic buat diri begitu pula pemikiran kita bila tidak bisa. semuanya akan berbanding searah.

MARAH


Marah……………
Saya, kamu, dia, kalian atau siapa ?
Sifat siapa ini?
Hmmmmmm, sepertinya ini sifat syahwat diri manusia yang terjangkit virus. Pengaruh yang ditimbulkan sangat besar lho. Pusat sasaran utama adalah hati yang merusak system syaraf besar.
Marah merupakan penyakit yang cukup berbahaya bagi sang penderita dan orang-orang disekelilingnya. Pertarungan utama yang terjadi pada si penderita adalah dirinya sendiri. Hal ini disebabkan, bila virus ini mulai bekerja, maka bagian-bagian tubuh lain akan mengalami kontraksi. Hmmm…. sekali lagi KONTRAKSi. Maksud dari kontraksi disini adalah :
1. Mudahnya bibir menjadi mengeluarkan kata-kata yang tidak terkontrol arahnya.
2. Anggota badan seperti tangan dan kaki, bisa dengan gampang berpindah lokasi. Bukan berarti lepas dari badan, tetapi lepas dari pengendalian diri.
3. Nafsu amarah yang akhirnya meluapkan laharnya hingga terbakarlah dirinya dan menyulut sekelilingnya, karena tujuannya hanya memuaskan diri dan perasaan. Nah… klo udah gitu yang rugi juga diri sendiri kan…
Bukanlah orang yang kuat itu orang yang menang dalam pertarungan gulat. Sesungguhnya orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan diri ketika marah”. (H.R.Bukhari).
Orang yang terbang membumbung tinggi dengan marah maka yang didapatkan adalah “Muka Merah”. Kenapa??? Jawabannya adalah karena perasaan malu akibat mendaratkan diri secara membabi buta, bukan berarti babi yang buta….kasian babi yang dijadikan kambing hitam, tapi bukan berarti kambingnya yang jadi hitam. Yang pastinya efek dari marah saaaaaaaaangat membuaterror pada si penderita.
Klo udah begini, Yakin masih mau marah lagi?
Cwapeeeeeeeeeek dech marah-marah. Carilah keuntungan dengan menahan marah, karena menahan marah akan menjadikan “Muka Cerah”. Menahan marah itu caranya dengan emas. Upsss ….. maksudnya dengan diam, Kerena diam itu adalah emas. (^_^)

Senin, 01 Februari 2010

KEBANGKITANKU

Setiap manusia memiliki emosi dan nafsu. Pengontrolan diri adalah mekanisme pembentukan hati dan jiwa yang baik di dalam roh.
Seseorang yang emosi dapat mengeluarkannya Secara negatif maupun positif. Dalam hal apapun sesuatu yang negatif itu dapat berupa perusakan diri ataupun orang lain sedangkan yang positif dapat menyemangati diri menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi orang banyak.

Kebangkitan seseorang yang emosi dapat menjadi kekuatan yang besar dalam meraih apa yang akan dicapai. Ibarat kata hari kemarin adalah pemanasan sebelum menjadi masak. Maka pengontrolan nafsu sangat diperlukan ketika emosi meningkat agar emosi dapat dibimbing ke arah yang positif.

Minggu, 31 Januari 2010

PATAH HATI


PATAH HATI…..

Pernah ngerasain patah hati ??? Apa lagi dengan pandangan masa depan yang sudah dirancang….. pasti lukanya dalam banget.
Buat yang pernah, pasti udah tau donk rasanya…….Tiada yang salah dengan cinta, Cuma terkadang waktu datang dan perginya gak tepat waktu. " Datang tak diundang tapi perginya meninggalkan bekas". Ehmmmm….. begitulah cinta.

Berikut adalah tips buat kamu yang lagi patah hati :

  • Cobalah bertahan sejenak jika kamu yakin itu cintamu, meski sakit mungkin itu lebih baik. Tapi jangan sekali-kali mengejarnya buat yang cewek dan klo cowok boleh aja mengejar kembali. Mengapa ??? Karna cewek itu pilihan dan cowok itu memilih dan penyesalan datang selalu belakangan, jadi bertahanlah sejenak dan yakinkan langkah yang harus kamu tempuh.

  • Positifkan pikiran dan yakinkan diri, bahwa semua yang terjadi ada hikmahnya. Belajar intropeksi diri dan jangan menyalahkan orang lain meski menurut kamu memang orang lain salah terhadapmu. “Memaafkan” adalah obat terampuh yang bisa kamu coba, kemudian langkah selanjutnya “Ikhlas” adalah jalan dari hati ke hati.

  • Pikirkan kembali tujuan cintamu dan apa yang membuatmu bertahan. Jika bukan untuk kebaikan alias cuma menurutkan ego, sebaiknya kamu mundur teratur. Tapi jika kamu pikir akan banyak kebaikkan yang kamu dan yakin Allah SWT suka pandanganmu, bertahanlah meski perih. Ingat, bertahan…bukan mengejarnya !!! ntar lari klo dikejar mulu.

  • Jika kamu masih berharap cinta itu kembali tapi km dicuekin habis-habisan langkah yang harus kamu ambil adalah sholat hajat. Insyaallah, kamu akan dapat kemudahan atas keinginanmu.

  • Jika kamu yakin untuk melangkah pergi dan membuka lembar baru, boleh saja kamu lupakan lembaran yang lama. But, satu yang harus diingat, pengalaman di hari kemarin jangan dibuang mentah-mentah, ambillah pelajarannya.


Catatan : Patah hati bukan berarti patah semangat lho.

Jumat, 29 Januari 2010

Bukakan Penatku



Bisakah kalian rasakan hatiku ......uch.......
kadang merasa sebal banggetz dengan segala kejadian-kejadian yang kita alami..... keajaiban dan keajaibanlah yang dinanti. Tapi menanti keajaiban itu membutuhkan waktu yang lama. Sampai kita menyadari bahwa keajaiban itu telah datang bahkan terkadang gak terasa.....ehmmm gmana tuch
Yang pasti kesabaran adalah kunci atas segala kejadian yang kita alami

Haruskah Aku


Kyanya udah bisa dipahami dech....
Terkadang hati dan perbuatan agak bersinggungan langkah, jadinya yaaaaaa.... gt dech... sakiiiiid

Semua itu karena jalan hidup yang ditempuh gak sesuai sama keinginan. Gak ada yang perlu disalahkan atas semua yang terjadi....melangkahlah dengan pasti. Yups.... Allah selalu tau yang terbaik.....buwad orang-orang yang kamoe sayang....jangan pernah ragu untuk melangkah jika kamu yakin untuk kebaikan semuanya.